Mother's day
22 Desember 2008
Kisah nyata Pengabdian seorang wanita kepada titipin Tuhan yaitu "anak"
Kasih sayang tiada limit dan pamrih dr wanita sederhana yaitu"ibu"
Sebut dia dengan Tukirah.
Ibu luar biasa dr Bantul Jogjakarta yg mempunyai 3 anak luar biasa pula. Ibu yg terus bertahan ,berjuang menjaga anak2nya, wanita tegar yg setiap saat mengabdikan dirinya untuk buah hatinya yg dikarunia i CACAT MENTAL.
Kisah hidup menyentuh hati, dan membuka mata begitu berharganya arti IBU !!
Keluarga sederhana dan seorang single parents! HEBAT ! Dgn tidak pernah malu mengakui anak2 istimewanya kpada smua org.
"Saya dikucilkan, mereka mengolok-olok saya yg mempunyai anak cacat. Saya sempat marah pada Tuhan, apa salah saya hingga anak2 saya yg menanggung ini semua. Saya pernah ingin bunuh diri, lalu saya tersadar jika saya mati bagaimana dgn anak2 saya" *keluh tukirah mengeluarkan beban hidupnya.
Saya merasa sedih .. Jika mengingat kjadian lampau. Ketika saya meninggalkan anak saya diluar rumah untuk menyesap udara, saya memasak didalam dan tau2 anak saya menangis kencang. Setelah saya keluar ternyata anak saya dilempari batu oleh anak sekolah yg melewati rumah saya hingga kepalanya berdarah! Saya menangis sejadi-jadinya.. Miris melihat anak saya yg tidak bisa apa2 jika disakiti!!
Tukirah kembali meniup kayu bakar tungku..
Dia melanjudkan berbicara sambil berkaca2..
"apa saya salah dan berdosa jika saya berdoa pd Gusti, biar anak2 saya yg diambil dulu sblm saya yg mati dulu??"
apa yg bs dilakukan mereka tanpa saya??
Tukirah sangat telaten merawat ke3 buah hatinya. Dia memandikan dgn rajin dgn membopongnya ksna kemari padahal tubuhnya sndri sudah renta.
Apa yg tukirah inginkan saat ini??
Dgn bijak dia menjawab
"melihat anak saya bahagia dan membayangkan mereka membuatkan saya secangkir teh hangat suatu saat nanti"
sebuah pengharapan sederhana dr seorang ibu untuk anaknya..
Melihat pengorbanan tukirah saya hanya bs tertunduk "apa saya bs mnjadi sperti dirinya? Jika itu tjd pd saya.."
Disadur dari :
MetroTV, program OASIS !!
*telah mengalami sedikit perubahan bahasa yang digunakan dan cerita
Minggu, 17 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar