Menghapus mimpi tanpa judul. Mengulas makna tanpa ujung. Mengantarkan kembali ketitik awal. Dan mengatakan diam.. Jangan lagi berbisik bisik. Bungkam kan .. Tidak ada judul.
Hilang dan biarkan. Buatkan peraduan semantik yang menjadikan arti.
Mentertawakan logika dan menganaktirikan dari keegoisan. Beri judul. Untuk setiap langkah, cerita, ulasan bahkan proposal hidup tanpa judul. Bermain kotak balok berpuzzle. Judul untuk semua yg tak berjudul dan tanpa judul.
Paragraf sajak tentang kami . Saya dan dia. Smua biarkan berjalan tanpa judul.. Sdikit berlari dari topik.
Diam.. Diam.. Diam jangan lagi diulang. Jangan lagi dirusak suasana tanpa judul ini. Biarkan saja..
Jangan disentuh. Jangan lagi kamu menuntut. Karna tanpa judul ini berada diambang. Tidak jatuh tapi melayang. Tanpa judul dgan sebuah pengharapan dan maav jika sakit. Sedikit sakit. Teraba benar dan kata mampu merasakannya..
Berjalan tanpa judul dalam tiap spasi nya. Atau garis bawah yang mengharuskan di garis bawah i dan dicetak miring ditebalkan. Pdhal sharusnya tidak berjudul itu pertengahan . Tidak berdasar !!
Tiba2 menjalar dan merasakan kebosanan kata hingga ruang teratas ini menjadikan kosong.
Mengingat..
Mengingat..
Semakin mengingat semakin lupa. Buruk !! Tolol !! Terbaik dalam pikiran. Tapi apa dan siapa ?? Menemukan ap ? Yang dicari saja tidak tau apa dan bagaimana.
Smua tanpa judul tidak harus mengapa kenapa dan apa !
Dan smua jalan membuat kata terharapkan tanpa perdebatan hiperbola yg menjadikan kaku dan dingin. Dan STOP sebuah kata ulangan itu hapus dari paragraf utama dari sebuah cerita tanpa judul ini.
Semarang, 21 nov 09.
Kamar gelap berantakan didepan kipas angin ...
Minggu, 17 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar