Minggu, 17 Januari 2010

PORTAL Adat Jawa tentang BIBIT,BEBET,BOBOT pemilihan Carakan yg sudah TerKitabkan.. !! Share

Mengulik sbuah Repetisi pranatal yg terlanjur mnjadi stereotipe dalam adat jawa mengenai bibit, bebet, bobot pemilihan suatu carakan(bibit calon)!
Bibit atau benih, bebet atau keturunan, dan bobot adalah berat. Seperti memilih balakuswa(pakaian) sbgai proforma agar trlihat bak priayi setidaknya.
Masih menjadi problematik, apa yg menjadi elektif dari suatu postulat.
Ibarat batu undak dan krangka rumah yg mgharuskan agar naik keatas tingkat undak2an teratas untk mengangkat derajat dan mewujudkan bancik tumpuan(hrapan) bapa biyung. Mengesampingkan adicita diri hingga menyebabkan ekstremitas jiwa. Dilihat darimana bibit bebet bobot itu sndiri?? Hal prinsipil yg kadang dipaksa menjadi ekstrover. Hal utama dinilai dari adiwangsa(bangsa utama) ,adiwidia(pgetahuan) ,atau bandha bandhu(harta)?? Hanya itu tanpa afeksi? Apa yg di inginkan orang tua untuk kebahagiaan anak2ny? Yg kadang tdk menjadikan sejajar tp mlah berat sebelah. Timpang.
Hanya dilihat dr Penampilan luar. Sawang sinawang. Yang terlihat belum tentu seperti apa yang ada didalam. Dan jika saya seorang bertato.. Apakah saya akan dianggap tidak mempunyai tanggung jawab hanya karena mewarnai tubuh bak papan tulis TK ? Dan apakah saya akan dianggap tidak perduli pada keluarga hanya karena saya bertindik dimana mana ?
Pandangan dan nilai yang akan berkurang. Pdhl mereka msih mempunyai bantha bau(tenaga) untuk mendapatkan bandha beya(biaya hdp) bagi keluarganya kelak. Dan knpa hrus dipilah pilah..
Adat yg masih primitif atau memang itu sudah menjadi prinsip utama hingga tidak bisa dikutak-atik. KOLOT !! Sdkit mengubah portal adat atas pemilihan carakan tnyta memang susah. Karena seperti sudah trtulis dan dikitabkan. Dan akan terus seperti itu. Yg akan terus di ikuti ekuvalensi parsial. Yg menutup sebuah distorsi adat yg sudah tercipta. Dan ini adalah PORTAL Adat Jawa tentang BIBIT,BEBET,BOBOT pemilihan Carakan yg sudah TerKitabkan.!

SMG, 27-10-09
Intermezo yg kadang orang tua tidak merestui hubungan anak nya hanya karena derajat, kasta, harta dan hal dasar lain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar